10 Situs Sejarah Terbaik di Madinah
Madinah adalah salah satu kota yang paling signifikan dalam sejarah Islam karena menjadi fondasi bagi munculnya budaya Islam, memberikan perlindungan kepada Nabi Mohammad (SAW), seluruh keluarganya, dan para sahabatnya ketika Quraysh menyiksa umat Muslim dengan segala cara yang mungkin.
Tapi itu belum semuanya, Madinah bukan hanya kota spiritualitas tetapi juga harta karun sejarah yang kaya. Jalan-jalan kota ini dipenuhi dengan bangunan bersejarah yang menceritakan kisah masa lalu, dari kemegahan megah masjid-masjid kuno hingga sisa-sisa pasar yang pernah berkembang pesat. Dari melihat Masjid Nabi yang terkenal, tempat para peziarah berkumpul dengan kekaguman, hingga Masjid Quba yang terawat dengan baik, masjid tertua dalam Islam, hingga Museum Madinah yang menakjubkan, kota luar biasa ini memiliki banyak yang ditawarkan.
Penasaran untuk mengetahui lebih banyak? Berikut adalah daftar 10 tempat bersejarah terbaik di Madinah. Mari kita mulai!
Masjid Quba
Melangkah mundur ke masa lalu untuk mengunjungi Masjid Quba, masjid pertama dalam sejarah Islam, adalah pengalaman yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap jemaah. Ketika umat Muslim berpindah dari Makkah ke kota Madinah, Nabi Muhammad SAW bersama para sahabatnya membangunnya. Menjadi situs ibadah Muslim yang paling awal, masjid ini memiliki arti yang sangat unik dalam sejarah Islam.
Masjid Nabi
Lokasi ini, yang juga disebut Masjid e Nabawi, adalah masjid kedua terpenting dalam Islam serta tempat peristirahatan Nabi Muhammad SAW. Masjid ini adalah pusat dunia Muslim, menarik ratusan ribu jemaah dari seluruh dunia. Masjid ini buka untuk shalat dan ziyarat sepanjang tahun dan memiliki kubah hijau besar yang mencolok serta halaman luas dengan lantai marmer putih. Harap diperhatikan bahwa semua orang diharuskan berpakaian sopan.
Gunung Uhud
Gunung Uhud, yang terletak di sisi utara Kota Madinah, terkenal karena signifikansi sejarahnya yang luas. Pada tahun 625 M, Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya berperang melawan pasukan Mekah di sana. Untuk melihat situs-situs bersejarah dan makam para sahabat yang kehilangan nyawa dalam konflik tersebut, para peziarah kini mendaki gunung dan menjelajahi daerah tersebut.
Masjid Qiblatain
Salah satu lokasi ziyarat yang paling populer di Madinah adalah masjid Qiblatain Medina, yang menjadi tempat shalat jamaah pertama. Ciri khas dari masjid ini adalah dua dinding Qibla-nya, satu menghadap Makkah dan yang lainnya menghadap Yerusalem. Nabi Muhammad (semoga rahmat Allah tercurah kepadanya) menerima perintah dari Allah selama shalat untuk mengubah arah shalat dari Yerusalem ke Makkah. Masjid ini dibangun untuk memperingati peristiwa bersejarah ini dan menarik banyak peziarah dan pengunjung setiap tahunnya.
Masjid Tujuh di Madinah
Al-Masajid As-Sab’ah, yang juga dikenal sebagai Tujuh Masjid, adalah kumpulan masjid di Madinah yang dibangun pada masa Nabi Muhammad (SAW) bersama dengan para sahabatnya. Setiap masjid memiliki latar belakangnya sendiri dan ketujuh masjid tersebut disebut Masjid Al-Fath, Masjid Fatimah Al Zahra, Abu Bakr, Masjid Salman Al-Farisi, Umar Bin Khattab, Qiblatayn dan Masjid Ali. Pengunjung dapat menjelajahi masjid-masjid ini untuk mempelajari sejarahnya, pentingnya, dan untuk berinteraksi dengan warisan spiritual yang kaya di daerah tersebut.
Kuburan Jannat Al Baqi
Salah satu situs sejarah terbesar Madinah adalah Jannat ul Baqi yang berfungsi sebagai pemakaman tertua dan tempat peristirahatan terakhir sekitar sepuluh ribu sahabat nabi terakhir (S.A.W.) dan banyak anggota keluarga. Mengunjungi makam individu-individu luar biasa yang hidup berdampingan dengan Nabi tercinta kita (S.A.W.) adalah sebuah kebajikan. Kebanyakan tersedia untuk wisatawan pada hari Jumat, pemakaman ini dapat diakses setelah Fajr dan Asr.
Qasr Al Hukum
Qasr Al Hukum, di antara situs-situs bersejarah Madinah yang dibangun pada era Ottoman, juga dikenal sebagai lokasi keadilan. Awalnya digunakan sebagai gedung pengadilan serta bangunan administratif, lokasi ini kini menjadi museum yang menampilkan sejarah dan budaya Madinah. Pengunjung dapat menjelajahi arsitektur yang menakjubkan dan pameran sejarah antara pukul 8 pagi hingga 9 malam.
Medan Perang Parit: Khandaq
Perang epik Khandaq terjadi pada tahun 627 M di medan perang Parit, sebuah lokasi bersejarah penting di Madinah. Konflik ini, yang mempertemukan umat Muslim melawan non-Muslim, dianggap sebagai salah satu konflik paling signifikan dalam sejarah Islam. Ini menarik wisatawan dari seluruh dunia yang datang untuk menunjukkan penghormatan mereka dan mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang perang penting ini dalam sejarah Islam. Lokasi ini buka sepanjang waktu, dan tidak ada biaya masuk.
Masjid Sayyid Al Shuhada
Untuk memperingati para syuhada yang meninggal dalam Pertempuran Uhud, Masjid Sayyid al-Shuhadas dibangun dan dinamai sesuai dengan panglima para syuhada, Hazrat Hamza bin Abd al-Muttalib. Hazrat Hamza, seorang sahabat dekat Nabi Suci (SAW), kehilangan nyawanya dalam konflik ini. Masjid ini menarik para pelancong dengan konstruksinya yang sangat baik dan dekorasi yang khas serta terletak di utara Madinah.
Kota Khyber
Tempat bersejarah lainnya yang terbaik di Madinah adalah Khyber Fort, yang menceritakan kisah keberanian dan kepahlawanan sahabat-sahabat Nabi (S.A.W.). Lokasi ini, yang berjarak sekitar 175 kilometer dari kota utama Madinah, adalah tempat di mana umat Muslim dan Yahudi terlibat dalam pertempuran. Mereka membangun benteng ini untuk mempertahankan diri, dan pada saat itu dianggap sebagai salah satu benteng terkuat di dunia dan tempat persembunyian terbesar bagi Yahudi. Selama beberapa hari, umat Muslim mengepung benteng tersebut dan mencoba untuk menangkapnya, tetapi mereka tidak berhasil. Perintah kemudian diserahkan kepada Hazrat Ali (R.A.) oleh Nabi yang Mulia (S.A.W.) dan Hazrat Ali meraih kesuksesan besar dengan membunuh secara berturut-turut 3 pemimpin pasukan Yahudi.

